sebotol keluh’!

langit diluar masi mendung, tetesan air masih menitik dengan ritme teratur dari jemari pagar di depan rumah, jalanan masi basah, masi jelas memantulkan bayangan dri jernihnya air yang menggenang, masi tampak jelas sisa2 hujan yang mengguyur dgn derasnya barusan tadi. pria itu masi tetap terpaku, menikmati semeriwing angin yg berhembus dri balik jendela dimana dy berpijak,. dy masi cemberut dengan sisa kejengkelan atas wanita yang barusan!

dy berpikir, “jika aku mengeluh maka dy akan selalu me-salaharti-kan setiap kalimat yang aku ucapkan!” dy masi bimbang, cara lain coba dy raih, gimana cara agar si wanita tadi mengerti dan memahami ap yang jadi ganjalan bagi hatinya,. “ini hanyalah masalah biasa, tapi sayang egois ga pernah bisa aku tolerir!” ujarnya dalam hati.

angin kembali berhembus, membawa sedikit “dingin” buat hatinya yang masi merasakan jengkel edan-edanan’! masi sibuk dengan sebatang rokoknya yang hanya tinggal setengah, masi mengerutu dengan asap yang berhembus bersamaan dari dalam mulutnya.

suara ombak menderu terdengar dari kejauhan, tapi sayangnya masi kalah berisik dengan jeritan hati karena kebimbanganya tadi, dy menuliskan kertas lusuh yang dy pungut dari atas lemari panjang persis di sebelah dy berpijak, pria itu menulis dengan malasnya, seolah-olah dy sendiri tidak mengerti ap yang dy maksut, perasaan yang di rasakan secara bersamaan dengan gerakan pinsil tumpul yang dy raih sesaat sebelum dy membakar rokok ke empatnya saat itu., sejenak pinsil itu berhenti menari, tangan kirinya meraih botol soda dan menenggaknya hingga pria tersebt bersendawa, 3 detik kemudian dy bergegas sambil membawa kertas lusuhny tadi, dengan rokok yang masi mesra menempel erat di antara kedua bibirya, dengan botol soda yang dy genggam seolah2 itulah piala atas penghargaan rasa emosi yg dy menangkan hari ini, dy berjalan menuju hamparan pasir putih di belakang rumah, menjadi batas antara gema gemuruh desiran ombak, dan senandung genderang emosi di dalem hatinya, dy terduduk menjengkang dengan lemahnya ambruk di gundukan pasir yang menjulang lumayan tinggi melebihi kepalanya, dy melihat kertas dengan isapan panjang pada rokoknya, berhembus tebal seperti kabut, menutupi wajahnya sesaat dari pandangan mata laut yang menantang garang di depannya,.

rokoknya sudah mati, rasa kering di tenggorkannya membuat dy beringas menenggak habis hingga ketetes yang terakhir minuman sodanya, hanya meninggalkan sisa kosong yg mungkin menjadi sampah di pantai ini. “kriiiiiingg…kriiiinngg..” memecah keheningan, dy segera mengangkat telepon genggamnya dan tampak serius berujar dengan wanita di seberang HP-nya. sesaat setelah dy selesai berbicara, kembali telepon genggam itu masuk kandang di balik jaket kain yang dy kenakan. pria itu berdiri, mengambil nafas panjang sambil membersihkan celananya dari keroyokan  butir pasir yang menempel di celana jeans sobeknya. dy mengambil botol kosong bekas soda tadi, dan memasukan kertas lusuh tadi kedalamnya, dy berujar dalam hati, “mungkin tak perlu aku mengingat lebih lama, biarkan ini jadi sampah, dan apabila aku kembali, botol ini masi disini lengkap dengan keluhan yang ku tulis tadi, maka aku akan membiarkanya untuk terus dan selalu ad di sini, sampai ad yang membacanya, ga perlu sampai di pahami tapi minimal dy tau ap yang aku rasakan”. kalu pun cuma sehembus angin, tapi pria itu berharap  angin tersebut membawa ap yang dy tulis, smpe ad yg tau ap yg dia rasakan saat itu.

 

sebotol keluh!!

 

“kenapa selalu salah komunikasi’? kenapa ga pernah bisa coba buat sedikit mengerti’? aku di sini juga punya perasaan butuh, aku di sini juga mau di ngertiin!!! satu kesalahan aku, kamu anggep aku salah besar, tapi banyak kesalahan hari ini kamu anggep itu cuma bagian dari kesibukan yang kamu jalanin!  simplenya kamu sebut itu “ribet!!” . 

“aku cuma butuh kabar, aku ga minta kamu ad disini, dan aku juga ga pernah terlalu menuntut kamu selalu ad buat aku, tapi ak hanya minta kamu ngerti kalu aku selalu ad buat kamu! komunikasi itu penting, jadi anggep aku ada! itu aja!!

One thought on “sebotol keluh’!

  1. “kenapa selalu salah komunikasi’? kenapa ga pernah bisa coba buat sedikit mengerti’? aku di sini juga punya perasaan butuh, aku di sini juga mau di ngertiin!!! satu kesalahan aku, kamu anggep aku salah besar, tapi banyak kesalahan hari ini kamu anggep itu cuma bagian dari kesibukan yang kamu jalanin! simplenya kamu sebut itu “ribet!!” .

    “aku cuma butuh kabar, aku ga minta kamu ad disini, dan aku juga ga pernah terlalu menuntut kamu selalu ad buat aku, tapi ak hanya minta kamu ngerti kalu aku selalu ad buat kamu! komunikasi itu penting, jadi anggep aku ada! itu aja!!“

    DISAMAKAN…!
    gw minta botol ny donk 1 buah ngeluh juga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s