saklar perasaan

pertempuran hati vs ingin ilang ingatan

:: bertahan atau sembunyi ::

Tiga hari untuk selamanya baru ajah g lewatin, masa yang g tunggu berjalan ga sesuai rencana karena semua kejadianya terlalu mendadak dan kluar dari planning yang tersusun rapih sejak di awal, ini hadiah bulan di angka enambelas, ini masa yang selalu g nanti, tapi ini juga jadi masa yang ga pernah g harepin buat dateng ngdeket sejak di awal, kalu pun masa panen bulan ke enambelas telat bersinggah untuk berbuah , sekali lagi g Cuma manusia biasa yang ga pernah berasa sepenuhnya puas, bonus satu bulan ga akan pernah cukup buat g, dan g butuh waktu yang lebih lama untuk periode yang sementara ini.

Sejenak g berpikir, “apa g harus tetep bertahan dalam permainan?”. Tapi g sadar kalu ini permainan dengan level tertinggi dan tingkat kesulitan stadium akut, g ud beranjak naik tingkat mencapai bagian yang tersulit karena g bertaruh dengan hati dan perasaan.  G sadar ini di luar kemampuan g untuk menyusun strategi dan taktik, konsep perang g ga sempurna, karena masi banyak kekurangan yang belum bisa g tutupin untuk mencapai hasil berupa lima digit huruf yaitu cukup! Ntah itu cukup kuat, cukup hebat, cukup untuk menandingi keadaan yang ad, atau cukup tau ajah kalu emg g tuh ga ad apa2nya’!!! huh! Sepertinya Itu udah jadi rahasia umum yg ga seharusnya  pernah g beberkan! Proposal kenaikan besaran nyali, keyakinan dan kepastian ud g ajuin, konsep perang ud g susun lagi dari mulai judul hingga latar belakang, di saat g memilih untuk bertahan, berarti strategi g harus matang untuk taktik serangan balik yang jauh lebih mematikan, karena pertahanan yang terbaik adalah menyerang, dan bila kita mampu menahan serangan dengan serangan, berarti se-nggaknya g punya modal yang kuat untuk terus menari di atas panggung permainan ini dan bernyanyi bersenandung  pilu untuk sesuatu yang ga pernah g tau pasti akhir dari cerita yg sebenerny seperti apa!

Tapi di saat g pikir terlalu berani buat ambil tindakan meyerang balik, g takut kalu keberanian g malah menjadi sesuatu yang salah yaitu kecerobohan, semakin lama semakin g sadar, kalu g terus bertahan, berarti g berperang dan berjuang demi ke-egois-an, g berhadapan dengan konflik yang baru, karena sebelum g bertempur melawan keadaan, g harus mampu bertarung melawan hati g sendiri. G ad di ujung persimpangan, pertempuran hati jadi perang pertama yang harus g jalanin, dan g makin berasa ga siap buat semuanya, harus kah g berpikir buat tetap lari sampe g nemuin tempat buat bersembunyi?  G pikir Sejauh mana g bisa menghindar,  dan sedalam ap g bisa sembunyi, tapi  g pergi  tetep ngbawa masalah yang simplenya g bilang itu dilema. So ap g juga harus benci sama hati g sendiri’? ap g juga harus benci hati g yang lainya’? sayangnya g Cuma punya satu hati, ngbuang hati sama ajah g ngbuang semua yang g punya, ilang ingatan mungkin jadi pilihan yang terbaik kalu g memilih buat lari! Pertempuran hati masi menununggu dan bisa di tunda, genderang perang belum berdendang bertanda pasukan nyali siap untuk beraksi, dan ilang ingatan masi jadi kompetitor yang sama kuatnya, karena g yakin, ada sesuatu yang lain dari dua pilihan yang harus g pilih sekarang.


menghapus bintang Vs Menghapus hitam


:: buang hati atau buang dosa ::

Di saat g masi selalu berpikir buat terus berlari sampai nemuin tempat persembunyian , selama itu juga sampe sekarang g masi terus kepikiran sesuatu yang sebenernya g mau, g butuhin, dan g harepin banged. Seperti yang g bilang di atas, kalu ada yang sesuatu yang lain dari setiap pilihan yang harus g tentuin. Disaat g harus ambil keputusan buat terus pergi, lari menjauh, berarti dengan segera juga g harus buang hati g, ini pernah jadi topic yang happening di beberapa blog g dalam beberapa bulan kebelakang, dan ini juga pernah jadi pembahasan yang terus2an berulang, membuang bintang sama ajah g ngbuang hati, harusnya g Cuma buang isinya ajah, sedikit ilangin semua memori yang pernah kejadian, atau sekali lagi simplenya g kataa g pengen ilang ingatan ajah!  Itu jadi pilihan yang jauh lebih ekstrim karena di saat pilihan menghapus hati g demi bintang terlalu sulit, jadi ad solusi lain gimana kalu g harus ngbuang malamnya ajah’? tanpa adanya malam praktis hidup g dapet di pastikan dengan sangat tidak akan berhiaskan bintang! G baru nglewatin masalah yang besar selama empatBelas bulan kebelakang, dan sekarang g harus ngjalanin lagi sebuah pelarian yang sebenernya g ga mau, karena dulu dan sekarang g tetep bilang kalimat yg sama, kalu g lari dalam keadaan hati g belum mencapai titik benci, perasaan g masi ad di sudut yang berbalik dari kata benci, itu yang bikin g akin susah buat jauh nglangkah, apalagi g harus lari’? jalan ajah aku suliiiit!!!

ini adalah bulan yang dateng tanpa g undang, ini adalah bulan yang kunjung bersilaturahmi, tetapi  pergi membawa hati g buat ngjauh! Huh tamu kurang ajar namanya!  Ini adalah hasil jerih payah dari bibit yang g tanam di bulan ke empatBelas, kalu pun g dapet tambahan waktu dan terlambat panen, tapi g harus menuai buah di bulan ke enamBelas, buah buruk rupa, dan berasa sakit hati dengan aroma yang tidak mengenakan, sama kayak keadaan g yang ga enak sekarang!

Lalu kalu g lebih mementingkan ke egoisan g, dan berharaap daftar dosa kesombongan g makin panjang, g memilih buat terus bertahan, g bakal memaksakan keadaan dimana penabuh genderang bergegas berdendang garang menandakan pertempuran hati g siap untuk di mulai dan di lanjutkan,  pertempuran perasaan yang edan2an karena g harus menghapus dosa, ini pertempuran g melawan kodrat g sebagai manusia biasa, tuhan ga akan punya kemauan  buat nghapus dosa umat kayak g, secara g pendosa bukan nabi,. Kesombongan g masi terlaalu esar kalu g emang beneran harus melangkah maju lebih jauh lage buat terus berthaan dengan serangan baalik yang g punya, mungkin ini pilihan yang salah kaarena g menjalankan segala sesuatunya dengan keadaan yang memaksa, tapi ini adalah jawaban yang g yakinin sebagai pilihan g sebenernya. Tapi makin lama keadaan yang g jalanin maakin melambaat dan melaaun semakin ga nemuin titik yang benderang, semuanya jadi makin rancu dan berujung pada sebuah keputusasaan akibat dilemma.

::saklar manaa yang harus g matiin’?::

Semuanya harus berakhir dan  ad yang kluar jadi juaranya, perbandinganya udh jelas, tinggal pilihanya ajah yang harus dengan segera g tentuin, semua saklar masi menyala sekarang, Cuma ad satu yang bisa g pilih, dan sisanya dengan sangat terpaksa harus ter-eliminasi.

:: garuk-garuk ::

Ke empat saklar perasaan g matiin, g masi sendiri dan terjebak dalam gelap, tapi g berasa aman, karena masi ad sedikit cahaya dari bintang, g butuh waktu berpikir buat ngjalanin semuanya, g tentuin hati di lain hari, g tentuin pilihan untuk satu saklar ajah nanti. Kapan’? sekali lagi g jawab “ntah kapan!!!!!!!!!!!!” ::dilema::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s