inilah jawaban yang titik titik

:: (masih) menanti sebuah jawaban :: 

Ini adalah bulan ke delapanBelas, bulan dimana g bertambah tua barang sebiji usia ajah, umur dimana g dituntut untuk melebihkan segala sesuatu yang g punya untuk menjadi lebih baik lage minimal selangkah ajah.

Sampe seminggu kemaren, ‘penantian’ masi jadi sesuatu yang selalu g nomerberatkan menjadi keinginan nomer wahid!! Semunya menjadi berjalan sedikit lambat karena beberapa gelintir alesan yang masuk di akal.

Beberapa alesan yang sebenernya bisa g perjuangin tapi justru terganjal oleh alesan yang lainya, yang seringkali g bahas bahwa itu adalah sebuah kejadian yang tak terulang dan tak terhapuskan!

:: (sudah) Terjawab yang dinantikan ::

Di saat g di minta untuk menghapus dosa, g dengan sangat berterang ap adanya bilang kalu g ga akan pernah bisa, tapi kenyataannya, minggu kemaren adalah menjadi weekend yang terbaik selama ini, karena ternyata apa yang g nanti terjawab sudah, g mendapatkan ap yang hilang selama menaun g tunggu, g mendapatkan masa lalu g lage, dan terjawab sudah semua yang g minta untuk kesempatan yang sekali lagi (lagi! :p)

 :: Februari di bulan juni ::

Ini adalah bulan dimana dulu g pernah merasakan hal yang sama buat kesekian kalinya, dan sekarang, untuk keseberapakalinya lagi g bisa merasakan bulan yang sama lagi. Dimana bintang ternyata bisa g ambil, dimana dulu g berusaha bersusah mati mencoba buat ngbuang bintang, menghapus bintang, sampe g berusaha mencoba buat ngilangin malem, biar adanya siang terus, biar bintang ga dikasih kesempatan buat naik panggung gelapny berdampingan sama bulan! Sekarang, apa yang g usahakan justru terjawab terbalik dari apa yang g kerjain, justru yang g perjuangin sedari awal yang g dapet jawabanya.

 Berarti tuhan emg masi ada dan masi baik sama g, di saat g diminta buat menghapus hitam g ga bisa, ga mampu dan ga sanggup, wajar bgt karena g yakin tuhan juga ga bisa buat nghapus dosa setiap umanya, Dia hanya bisa untuk mengampuni bukan menghilangkan dosa, kecuali dengan catatan dan keajaiban tersendiri. Dsaat g pikir ga ad yang bisa dan mampu, eh eh ternyata justru bbintang sendiri yang mampu buat menghilangkan hitam dan dosa yang g punya, ga sepenuhnya hilang, tapi paling ga dia bisa sedikit mencoba untuk melupakan apa yang gelap buat bintang itu sendiri, sesuatu yang makin meberatkan g untuk berpikir dan bertanya lebih jauh lagi, “apakah dia memang cuma sekilau bintang biasa?” atau “memang bukan bintang biasa?”

 “menanti dia yang ternyata bukan bintang, menanti dia yang masih berkilau dan berbinar,

menanti dia yang ku terka  mungkin kunang-kunang, tapi ternyata dia ga terbang, dan hanya berpijar..

dia tak hanya  cahaya di langit yg melekat, dia juga lebih dari sekedar malaikat!!”

“lalu?…”

“dia adalah jawaban yang usai di nantikan”

“dia adalah peri bintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s