ini adalah hati yang tertinggal!

hati yang tertinggal

Serintik gerimis di jakarta malem sekarang, terlambat berpulang jadi jadwal yang menetap setiap harinya, kayak sebagian orang yang berlingkup di dalem lingkaran kehidupan g, ntah untuk keseberapa kalinya g berhujan kata yg mengalun dalam bentuk keluhan!.

Dan mungkin juga kesebalikan dari setiap individu yang berlawanan cakap dengan g, ntah berapa paragraf sendu yg udah g bacotin langsung di depan mereka, tentang seberapa gedenya g merasa terdzolimi, g mungkin ga merasakan sesuatu bahwa kontribusi g masuk ke dalam kategori dgn penilaian yang “cukup”, untuk membuat segala keadaan yang ada menjadi lebih baik, tapi itulah yg membuat g terseret masuk ke dalam kaum mayoritas, yaitu sebuah wadah derita dengan nama laskar lima belas koma!! Wtf?!!!!

Ini hanya sebagian monolog kecil dari suara hati yang menjerit, bukan cuma di penghujung tanggal tua, tapi lengkingan perih tentang sesuatu yg kita anggap ga fair ini udah mulai berkumandang semenjak intro berdendang di awal bulan! Derita yg di plot menjadi sebuah mukadimah yang menyedihkan!. Atau bahasa kerennya “Ngines akut!!!!!”. Yeey!!.

Kita adalah sekumpulan pemeran dari opera kehidupan, dimana setiap aktor memiliki jatah dialog tak terbatas dengan judul yang sama! “Nyeuri hate!”. Dialog antar peran yg beda, tapi bunyinya sama!! Hanya seolah mengulang apa yg dibicarakan oleh lawan bicara, seolah berbicara lantang di depan cermin! Apa yg kita lakukan, maka dy akan bergerak sama setiap likunya tanpa celah sedikitpun! Inilah cerminan keadan yang g dan pemeran lain rasakan! Saking samanya, kita sampai sulit membedakan, yg manakah pemeran utama, pemeran pembantu, extras, figuran atau cameo! Sungguh aneh!!

Persis belum berubah dengan rentetan kalimat yg pernah g bilang sebelumnya, kalu ini adalah sesuatu yg paling baik yg g punya sekarang, tapi sayang, ini membuat g ga nyaman. So harus mencari sesuatu yg lebih baik kah?? Karena seharusnya g ga perlu mencari yg lebih baik! Tapi seharusnya g bisa berjuang untuk merubah sesuatu yg sekarang g punya, menjadi sesuatu yang terbaik, jadi g ga perlu berepot diri beradaptasi dengan sesuatu yg baru, yaitu sesuatu yg lebih baik tadi! Tapi sekali lage sayang beribu sayang, g masih ga merasakan sesuatu bahwa kontribusi g masuk ke dalam kategori dgn penilaian yang “cukup”, untuk bisa membuat segala keadaan yang ada menjadi lebih baik, jadi rasa2nya g perlu mencari yang lebih baik, daaaaaan!! Sekali2nya lage g bilang kata untuk kesekian kalinya! Sekali lage, hanyalah masalah waktu yang biji menjawab! Biji??!! Eh! Salah, maksutnya hanya waktu yang bisa menjawab! Yaitu sebuah Jawaban yang bisa g peroleh dari ap yg telah g tentukan, kapan g harus berkorban, kapan g harus merasakan kehilangan dan kapan g sanggup untuk bertransformasi diri menjadi seorang pemenang!

Bicara merasakan kehilangan, g ud sedikit cukup akrab dengan perasaan dari genre “sakit” tersebut, g adalah manusia hanya jasmani dan rohani, tapi dalam beberapa jam setiap harinya, g manusia tanpa hati!. setiap pagi benderang menjelang, g bersiap bergegas kerja untuk sebuah kebutuhan! Bukan kewajiban. dlu mungkin statement g ga sebegitu buruknya, tapi setiap loyal ga berbalas royal, maka transisi itu berubah dengan sendirinya tanpa di rencanakan!!. Loyalitas sepenuh hati royalitas setengah jadi! Maka semuanya harus berubah! Tapi tetep g membela diri, itu terjadi dengan sendirinya, tanpa niat ataupun kesengajaan!!

Balik lage kemasalah kebutuhan, inilah yg g kerjakan setiap harinya, bergegas di saat kemuliaan matahari mulai silau berpijar, berpulang disaat dinasti terang mulai temaram, berganti peran untuk kerajaan bulan dan kemilau serdadu bintangnya setiap malam, g bepergian untuk segelintir harta yg mampu g kais dengan sebegitu begitu ajah, tapi hanya inilah yg g bawa, kasarnya badan dimana, hati dimana! Setiap g keluar melangkah menjauh dari rumah, berarti g menjauh meninggalkan hati g berdiam di salah satu sudut keheningan tanpa apapun, dan setiap g berketuk pulang, maka g kembali menyatu, kembali melebur menjadi manusia yang seutuhnya, yaitu manusia berjasmani, berohani dan juga manusia berhati!. Dan demikian untuk kebesoknya, lusanya, nantinya dan seterusnya, sampai waktu berkorban itu tiba.

selama waktu itu juga, berarti hati g harus merasa tertinggal, hati yang selalu menanti g berujar salam disaat pulang setiap malam, hati yg sebenernya sulit di paksakan untuk berjalan berdampingan setiap g menjalankan kebutuhan, ini adalah hati yang terpisah jauh, dan ini adalah hati yang kesepian.

Ini adalah Hati yang tertinggal!.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s