fluktuasi hati

Situasi yang pernah g alamin, cerita yang pernah ada, kejadian yang sama, dan tentang orang di masa barusan, semuanya adalah secercah kisah yang pernah g liat sebelumnya. sejauh mana g bisa mengingat cerita yang ud pernah g lewatin’? terlalu sulit karena ini adalah sepenggalan cerita yang g cutting dengan susah payah, dengan maksud agar hal tersebut tidak lage terbawa terlalu jauh ngintilin g di masa yang sekarang.

Ini adalah ingatan yang kembali muncul dengan ketidaksengajaan, dan tanpa adanya niat yang di rencanakan sebelumnya, ini mungkin adalah pengenalan memori (kembali). memori pengenalan ini atau dengan nama lain yaitu Recognition memory dengan hebatnya dia menjadi hantu berbayang dalam semalam, biarpun ini hanya bersifat mungkin sesaat, tapi beribu sayang ini tidaklah sesaat untuk di ingat, tetapi sesaat untuk di lupakan, karena ingatan akan cerita kelam ini tak kan pernah bisa hilang begitu saja dengan mudahnya!!.

Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.”

Berbicara tentang Recognition Memory diatas, terdapat dua turunan jenis akibat otak kita yang berfluktuasi terhadap memori pengenal tadi, yaitu Recollection dan Familiarty. Jika kita mampu mengingat atau menyebutkan kapan sesuatu atau kejadian yang pernah kita alami sebelumnya dengan tepat, maka kita menyebut ingatan tersebut adalah Recollection.

Namun disaat kita mengalami hal yang kesebalikanya, yaitu bila kita tidak mampu mengingat atau menyebut dengan pasti apa dan kapan sesuatu serta kejadian itu terjadi, maka ingatan ini disebut familiarty.

Dan kemudian jika ini berhubungan dengan awal cerita g di atas, maka sesuatu yang pernah g liat tadi masing2 terbagi dalam setiap jenis ingatan, baik itu familiarty dan Recollection. semuanya yang harus dan yang mau g ingat atau g lupain, adalah perjuangan keras dan mungkin juga efek dari fluktuasi tadi, namun bedanya, disaat turunan jenis ingatan muncul di sebabkan oleh otak kita yang berfluktuasi terhadap Recognition Memory, lain halnya dengan g, justru hati g yang berfluktuasi terhadap masa barusan demi masa g yang sekarang.

Banyak ingatan Recollection yang dengan hebatnya, baik susah ataupun mudah g harus lupain, tapi mungkin yang lebih susah adalah ingatan Familiarty dimana sesuatu yang ga bisa g inget dengan pasti harus g lupain juga. Ingatan Familiarty pun mungkin memuat banyak jenis ingatan lainya, sebagai contoh yaitu Deja vu.

Deja vu berasal dari bahasa Perancis yang berarti  “telah melihat”. Sama Seperti cerita tentang g diatas yaitu telah melihat beberapa situasi dan kejadian yang sama, atau mungkin cerita lama yang kembali terulang, maka kejadian malam ini yang g alamin dengan simplenya g sebut dalam istilah yang pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876, yaitu Deja Vu.

Cerita Lalu yag kembali terkuak, menyembul dengan tiba2 mungkin tidak untuk malem ini saja, tetapi pernah juga untuk malam2 yang sebelumnya, bukan juga selalu tentang masa yang barusan, tetapi juga untuk cerita yang lain, kasus yang lain, dan kehidupan serta lingkungan yang lain. sesuatu yang udah pernah g jalanin tetapi sepertinya terulang kembali dengan sangat membosanan, dan sangat menyakitkan. lalu kenapa hal tersebut bisa kembali terjadi’? padahal ga pernah ada niat dari g walaupun cuma sedikit saja?.

Baiklah mari kita cari tau kenapa hal tersebut bisa terjadi, padahal ingatan yang kita ingat ataupun tidak, bagi kita umumnya atau untuk g pada khususnya secara sadar ga pernah mencoba buat kembali mengingatnya lagi secara gamblang, memori atau ingatan familiarty ini lah yang mungkin menyembul dari balik atau dari bawah batas kesadaran kita.

Suatu ingatan yang beroperasi dalam bawah sadar adalah artian psikologis dari kata subliminal, yang berasal dari bahasa latin, yaitu “sub” dan “Limin atau Limen“. “Sub” berarti bawah, sedangkan “Limin” berarti ambang batas.

Banyak eksperimen yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan yang menggunakan sugesti subliminal tadi terhadap subjek penelitiannya, satu contoh muncul sebuah teori yang disebut teori ponsel (teori yang terpecah).

“Teori ponsel ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal (bawah sadar), otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan “terpanggil” keluar sehingga kita merasa lebih familiar.”

Mungkin kejadian malem ini atau semua cerita yang udah lalu, termasuk itu kisah masa yang barusan adalah memori recollection yang sudah berhasil di lupakan, dan kini menjadi sebuah cerita bawah sadar atau subliminal, dan secara familiarty kembali muncul dengan sendirinya berdasarkan teori ponsel atau yang terpecah tadi.

Ntah bener apa ga, kesimpulan yang g buat di atas tadi, tentang fluktuasi hati g yang terjadi di masa yang lalu, barusan dan kini, dengan artikel dan fakta di balik fenomena deja vu. Yang jelas, kejadian malem ini bukan karena niat dari diri g pribadi, dan semua ingatan yang ternyata kembali dengan sombongny menyayat hati akibat kelakuan di bawah batas kesadaran g dalam bercerita, dongeng tentang sebuah kisah lain yang ternyata menyentil  sepenggal hitam cerita g di masa yang barusan. secara di bawah sadar g mengungkap potongan hidup kelabu yang secara sadar ud g tau dari awal cerita baru ini g mulai.

Dia masa yang sekarang

Malem ini, masa itu kembali, hanya untuk bener2 menyelesaikan masalah yang udah lewat, dan setelah masalah yang dulu sekarang dianggap selesai, maka masa barusan hanya sampai di malam ini, karena di malam yang selanjutnya, dia sudah bertransisi, melebur hilang, dan memudar usang bukan lage Dia masa yang barusan tetapi kini Dia masa yang lalu.

“Tolong jangan pernah kembali, karena g punya masa yang sekarang.”

Terima kasih ^_^

One thought on “fluktuasi hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s